Keluarga Sukanto Tanoto Rutin Menginspirasi Para Wirausahawan

Darah wirausahawan mengalir deras di keluarga Sukanto Tanoto. Melalui Tanoto Foundation yang didirikannya, mereka ingin menginspirasi pihak lain agar mengikutinya jejaknya. Hal itulah yang mendasari kehadiran program Tanoto Entreprenesurship Series.

Keluarga Sukanto Tanoto Rutin Menginspirasi Para Wirausahawan
Source: Inside RGE

Lahir di Belawan pada 25 Desember 1949, Sukanto Tanoto adalah salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus chairman grup Royal Golden Eagle (RGE).
Sukanto Tanoto mendirikannya pada 1973 dengan nama Raja Garuda Mas. Dari perusahaan yang berskala lokal dengan karyawan sekitar dua ribu orang, RGE sekarang berkembang menjadi korporasi kelas internasional. Asetnya sudah mencapai 18 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan karyawannya sekitar 60 ribu orang.

Padahal, Sukanto Tanoto tidak berasal dari keluarga berada sehingga punya modal besar untuk mendirikan sebuah korporasi. Ia hanya anak sulung dari tujuh bersaudara dalam keluarga sederhana.

Ayah Sukanto Tanoto berjualan minyak, bensin, dan onderdil mobil untuk menghidupi keluarganya. Belakangan Sukanto Tanoto yang harus menjalankannya karena sang ayah sakit keras.

Hal itu dilakukan oleh Sukanto Tanoto sejak umur 17 tahun sesudah putus sekolah pada 1965. Kala itu, akibat tragedi G30S, sekolahnya ditutup. Sukanto Tanoto tidak bisa melanjutkan bersekolah di sekolah negeri karena ayahnya masih berstatus sebagai warga negara asing.

Namun, pengalaman pahit itu justru menjadi berkah bagi Sukanto Tanoto. Ia sudah belajar bisnis sejak usia muda. Sesudah mengelola toko keluarga, Sukanto Tanoto justru bisa mendirikan perusahaan general contractor & supplier. Keberhasilan di bidang tersebut yang mengantarkannya mendirikan Raja Garuda Mas.

Akan tetapi, sukses di bidang bisnis tidak membuat Sukanto Tanoto berbangga hati. Ia malah ingin menularkan spirit kewirausahaan yang dimilikinya kepada pihak lain.

Sukanto Tanoto menggunakan Tanoto Foundation yang didirikannya bersama sang istri pada 2001. Mereka mencanangkan program untuk menginspirasi dan mengenalkan dunia wirausaha kepada pihak lain. Kegiatan itu dinamai Tanoto Entrepreneurship Series.

Awal mulanya adalah undangan dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM-FEB UI) kepada Sukanto Tanoto. Akhirnya pada 23 Desember 2011, ia membagi pengalamannya sebagai seorang entrepreneur kepada sekitar 300 orang mahasiswa MM-FEB UI.

Karena dirasa menarik dan bermanfaat, MM-FEB UI akhirnya mengajak Tanoto Foundation untuk membuat kegiatan serupa secara rutin. Jadilah Tanoto Entrepreneurship Series dihadirkan. Lewat kegiatan tersebut, Tanoto Foundation ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada pihak lain khususnya kaum muda.

Dalam pelaksanaan, Tanoto Foundation mengundang sejumlah entrepreneur sukses. Mereka diminta berbagi pengalamannya ketika jatuh bangun mengelola usahanya masing-masing. Diharapkan banyak pihak yang bisa mengambil pelajaran atau terinspirasi sesudah mendengar pemaparan tersebut.

Ketika menjalankan Tanoto Entrepreneurship Series, Tanoto Foundation tak ragu mengundang nama-nama besar dalam dunia bisnis. Mereka menghadirkan para pengusaha ternama untuk berbagi pengalaman. Bahkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga pernah hadir dalam kapasitasnya sebagai pebisnis.

Sebagai contoh pada Oktober 2014. Tanoto Entrepreneurship Series menghadirkan Chief Executive Officer Garuda Food Sudhamek AWS dan Direktur Kreatif brand sepatu Niluh Djelantik, Niluh Putu Ary Pertami. Bersama dengan anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation,Imelda Tanoto, mereka berbagi pengalamannya sebagai seorang pebisnis.

Sudhamek memaparkan pengalaman memimpin perusahaan besar dan segala tantangan yang mesti dihadapi. Misalnya masalah infrastruktur di negeri kita yang buruk. Hal itu ternyata sangat mengganggu dalam bisnis. Namun, lewat kerja keras, dedikasi tinggi, dan kemauan untuk terus belajar, ia mampu mengatasi beragam persoalan.

INGIN MELAHIRKAN PENGUSAHA ANDAL

INGIN MELAHIRKAN PENGUSAHA ANDAL

Source: Tanoto Foundation

Tanoto Entrepreneurship Series sudah dijalankan oleh Tanoto Foundation secara konsisten. Mereka rutin menghadirkan narasumber kompeten. Dari kegiatan itu, pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto, berharap bakal banyak pengusaha baru yang lahir dari Indonesia.

Seperti dilaporkan oleh Katadata, mengacu kepada data per 2013, rasio jumlah pengusaha dibanding penduduk sangat rendah. Jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1,65 persen dari jumlah penduduk total.

Jika dibandingkan negara lain, jumlah itu sangat rendah. Di AS, sekitar 12 persen penduduknya adalah pengusaha.

Di Singapura, rasio jumlah pengusaha dibanding penduduk mencapai tujuh persen. Di Malaysia sudah menembus angka lima persen dan Thailand ada di kisaran tiga persen.

Namun, ada satu hal yang menggembirakan. Hasrat orang Indonesia untuk menjadi pengusaha sudah sedemikian besar. Menurut Katadata, survei yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah tertinggi kedua di ASEAN setelah Filipina.

Jadi bukan tak mungkin akan banyak pengusaha yang lahir dari Indonesia. Hal ini pula yang sebenarnya diharapkan oleh Sukanto Tanoto ketika Tanoto Foundation menghadirkan Tanoto Entrepreneurship Series. Ia ingin ada banyak orang di negeri kira yang berani terjun ke dunia bisnis.

Ke depan Sukanto Tanoto punya mimpi yang lebih tinggi. Ia berharap semakin banyak pengusaha lokal yang bersaing di kancah global seperti dirinya. Sukanto Tanoto tak mau pebinsis Indonesia cuma disebut jago kandang belaka.

Tak aneh banyak pihak yang menyambut baik kehadiran Tanoto Entrepreneurship Series. Ketua Program Studi MM-FEB UI Rhenald Kasali menyatakan kegiatan itu sejalan dengan misi pihaknya untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keunggulan di bidang akademis dan kemampuan non akademis.

"Kami ingin mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan wirausaha dalam membuka peluang usaha, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang terjadi di kalangan anak muda,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone.com.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia ikut mendukung. Mereka sempat menghadirkan narasumber dari pihaknya untuk mengisi sesi di Tanoto Entrepreneurship Series.

“Program ini untuk membuktikan bahwa pengusaha muda Indonesia kelak dapat menaklukkan kompetitor-kompetitor besar dunia, tidak hanya jago kandang. Kami beruntung sekali program ini disambut baik oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia,” ujar Ketua Pengurus Harian Tanoto Foundation, Sihol Aritonang, di Okezone.com.

Belakangan geliat semangat kewirausahaan di Indonesia memang meningkat. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengatakan, hingga Februari 2017, jumlah pengusaha Indonesia telah meningkat menjadi 3,10 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"‎Rasio wirausahawan kita berdasarkan data Badan Pusat Statistik meningkat ke 3,10 persen‎. Sebelumnya 1,67 persen dari 225 juta penduduk," katanya di Liputan6.com.

Tanoto Entrepreneurship Series bisa menjadi salah satu sarana untuk semakin menggairahkan semangat kewirausahaan di tanah air. Lihat saja, sampai Desember 2015, program ini telah menghadirkan 30 orang narasumber. Selain itu, kegiatan ini sudah pernah diikuti sekitar 1.100 mahasiswa MM-FEB UI.
Dengan jumlah tersebut, sedikit banyak, Tanoto Entrepreneurship Series sudah memberi banyak arti. Orang yang berani terjun ke dunia wirausaha kian banyak. Inilah yang diharapkan oleh Sukanto Tanoto dan keluarganya selama ini.

0 comments